Penanganan Longsor: Jalan Banda Aceh—Calang akan Ditutup Total

waktu baca 2 menit
Senin, 2 Okt 2023 15:37 0 43 Redaksi

BANDA ACEH — Ruas jalan BTS. Banda Aceh—Calang, tepatnya pada KM 64+025 Gunung Geurutee akan ditutup total. Penutupan itu dilakukan karena adanya penanganan longsoran di jalan tersebut.

“Selama penanganan longsoran oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Aceh, maka jalan Aceh Besar—Calang, tepatnya di Gunung Geurute akan ditutup total pada Rabu, 4 Oktober 2023, pukul 09.00—12.00 WIB,” kata Dirlantas Polda Aceh Kombes M Iqbal Alqudusy, dalam keterangan tertulisnya, Senin, 2 Oktober 2023.

M Iqbal menjelaskan, sebelumnya tim gabungan Ditlantas Polda Aceh dan PPK 2.1 Provinsi Aceh telah meninjau langsung ke lokasi rawan longsor di jalan tersebut pada Kamis 28 September lalu.

Berdasarkan pengamatan tim survei di lokasi, bongkahan batu dari gunung berpotensi longsor dan jatuh ke badan jalan karena struktur tanah pegunungan bergerak akibat curah hujan yang tinggi. Sehingga, bila terjadi longsor akan sangat membahayakan para pengguna jalan.

“Ada longsoran yang perlu segera ditangani sebelum jatuh dan membahayakan pengguna jalan. Saat penanganan, arus jalan akan ditutup total baik dari Banda Aceh—Calang maupun sebaliknya,” ujar Iqbal.

Alumni Akpol 1996 itu juga mengatakan, saat pengerjaan longsoran tersebut, petugas dari Polantas dan Dishub akan menyetop arus dari arah Calang—Banda Aceh di SPBU Lamno, tepatnya di Desa Gle batok, Aceh Jaya. Sedangkan dari Banda Aceh—Calang akan di-stop di rest area di kaki Gunung Geurutee, tepatnya di Desa Pasie, Aceh Besar.

Iqbal juga mengimbau agar pengguna jalan tidak melewati jalur tersebut pada waktu pengerjaan longsoran, serta mengikuti arahan dari petugas yang berjaga di lokasi baik sebelum pengerjaan, sedang, maupun setelah usai pengerjaan longsoran tersebut.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan pengguna jalan akibat penutupan arus lalu lintas di jalan tersebut. Mohon pengertian dan partisipasi dari pengguna jalan. Ini demi kenyamanan dan keselamatan kita semua,” demikian, kata Iqbal.